Friday, August 28, 2020

Kesederhanaanmu yg membuatku tak kunjung beralih

Bismillah...

Dan lagi-lagi kali ini aku menjadikan mu tokoh utama, entah mengapa ide ku tak pernah habis ketika membahas tentangmu, rasanya jemari ini begitu lincahnya menari-nari di atas keyboard komputerku. Tak terasa sudah 5 bulan lamanya aku  memutuskan untuk berharap bertanya pada dirimu alias modus, yach sejak bulan maret lalu aku terpaksa berhenti untuk jadi seorang pe-nanya, rasanya aku sudah jenuh dengan situasi dimana setiap bulannya hanya aku yang begitu antusias untuk bertanya. ibarat nya kamu adalah satu-satunya narasumber ku.

Dan sekali lagi tiba-tiba prinsip ku goyah, tepat seminggu yang lalu, mengapa jari-jari ini seakan bergerak sendiri membuka profil mu dan dengan lincahnya mengirimmu kembali sebuah pertanyaan. mau delete tapi takutnya kamu semakin curiga, ya sudahlah ..aku mencoba untuk  membiarkan saja pesan itu terbaca olehmu, dan dasar kamu si penjawab yang baik, lagi-lagi mau menjawabnya, tapi seperti biasa chat kami hanya sebatas begitu saja karena memang rasanya tak ada yang bisa ditanyakan lagi, aku takut jika semakin lama aku chat denganmu, maka harapan itu akan tumbuh lagi, cukuplah sekarang aku dan kamu hanya sebatas view story.  

Mungkin itulah salah satu alasanku mengapa sering pasang status, aku hanya ingin kamu tau aku baik saja-saja dan aku berharap kamu juga sering-seringlah pasang status agar aku tau kabarmu tanpa harus menanyai mu lagi,,hikss

Dan sekali lagi mengapa aku menyukaimu??? karena kesederhananmu dan kau biasa-biasa saja itulah mengapa aku suka#hiyahiya


Tuesday, August 11, 2020

Pernah berada dalam fase ...........

 Bismillah..

Pernah berada dalam fase..

Hanya sekedar mengingat dan mendengarkan namanya saja sudah senang

Senyam senyum sendiri liat foto si dia

Setiap buka Whatsapp cuma mau tau kapan dia terakhir online

pasang story khusus dan hanya dia yang bisa liat

sering ngasih kode via story

merasa kecewa jika si dia kaga liat story aku

ada rasa bahagia tersendiri yang tak bisa dilukiskan ketika ada nama dia diviewer story aku

paling happy kalo si dia pasang story  WA, paling tidak tau kalo nomor aku masih disave

paling penasaran kalo si dia pasang story, mau liat tapi malu, kaga liat ehm penasaran jadi butuh waktu berjam-jam baru berani liat story nya

Senyum-senyam sendiri kalo liat history chat dengan dia

masih terus bertahan walau sudah tau hanya perasaan sepihak

Dasar Aku... kok bisa berada dalam fase tersebut

 Jika diingat-ingat lagi ternyata aku pernah sebucin itu, jatuh cinta sama orang yang belum pernah bertemu..

hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti melakukan kekonyolan itu

dan berhenti memberikan dia kode via story soalnya dia kaga peka-peka..***Ayun**

Dan aku tak pernah menyalakan siapa-siapa karena sekali lagi cinta tetaplah cinta, walaupun kelak kita tak bersamanya karena terkadang cinta hanya datang untuk mengajari kita sebuah keikhlasan sebab jatuh cinta bukan sebuah pilihan melainkan ia adalah karunia Ar Rahman...

Monday, August 10, 2020

ternyata menjauh bukanlah solusi yg tepat


Bismillah..
Terpaksa sekarang aku memilih menjauh, menjaga jarak dan lebih menutup diri
aku takut terluka seperti dulu-dulu, aku takut ditinggalkan seperti yang sudah-sudah dan terlebih lagi aku takut dikecewakan.

Jadi terpaksa aku memilih jalan ini, mungkin menjauh ini adalah pilihan yang aman, tetapi kenapa ada waktu dimana aku berpikir.. aku takut ditinggalkan, lantas mengapa aku berlagak seolah aku meninggalkan dia???

Mungkin aku terlalu naif dan pengecut. aku takut terluka, lantas mengapa aku melukai dia dengan perubahan ini, sedangkan aku tak pernah memberikannya penjelasan apa-apa? bahkan tak ada kejadian apa-apa. bukankah aku juga tak ingin diperlakukan seperti itu??

Disisi lain aku takut dikecewakan, tetapi bukankah ini hal yang mengecewakan pihak lain??
mungkin aku tak harus menjauh, aku cuma perlu menjaga ekspektasi.

Tak seharusnya aku menutup diri,aku hanya perlu menutup celah-celah ekspektasi.

Tapi bukankah jika aku terus membuka hatiku untuk dia, perasaan ini semakin dalam dan aku tak mampu untuk menghilangkan ekspektasi ku terhadapnya dan hingga akhirnya aku putuskan ya sudahlah mungkin aku tak perlu berbuat apa-apa, biarlah semua mengalir apa adanya dan semoga tak ada lagi hati yang tersakiti. toch selama tuhan bersamaku,aku akan baik-baik saja