Monday, September 23, 2019

Tuhan punya alasan mengapa taaruf ku gagal

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Ana uhibbuka fillah, mungkin itu kata yang sudah mengubah dunia ku saat ini, mengapa aku harus begitu cepat menafsirkan perasaan ini, baru juga 3 kali aku bertemu dengan fachri lantas apakah ini bisa disebut cinta?? taaruf yang aku jalani saat ini mungkin sudah menyimpang dari koridornya, karena aku sudah melibatkan hati. aku sudah terjebak dalam satu kata "cinta" yang menurutku sehangat mentari dan seindah pelangi. 

Namun semua ini hanyalah tinggal cerita, karena pada kenyataanya taaruf ku dengan fachri gagal, setelah pertemuan ke-3 itu, keluarga sudah membicarakan tentang mahar, adat istiadat,tanggal resepsi dan semua yang menyangkut tentang pernikahan kami, tapi sepertinya tuhan berkehendak lain, nyatanya tak ada kecocokan sama sekali, dan kami memutuskan untuk saling mengikhlaskan dan melepaskan. masih jelas diingatkan ku, tepat pada hari senin,pukul 13.21 fachri memberiku kabar dengan sebuah pesan" Bismillah dengan berat hati kusampaikan permohonan maaf ku yang terdalam kepd adinda. Dengan segala kekuranganku akhirnya harus kukatakan bhwa aku tak mampu untuk memenuhi persyaratan dari org tuamu. Pada akhirnya ikhtiar dan doa-doa kita cuma bisa sampai disni. dan walaupun ini dilanjutkan maka akan banyak hati yang tersakiti.. Tolong sampaikan permohonan maafku kepada org tuamu. Trima kasih atas kesempatan untuk mengenalmu. Doaku semoga engkau dan keluarga selalu dlm kebaikan. Syukron wa jazakillah khair

Itu adalah pesan terakhir yang masih aku ingat jelas, pesan yang telah berhasil membuat aku meneteskan air mata, entah kenapa rasanya sakit sekali, apa ini yang namanya patah hati?? aku saja yang baru 3 kali bertemu sudah sesakit ini, lantas bagaimana dengan mereka yang sudah pacaran bertahun-tahun namun tak berjodoh? pasti lebih sakit lagi. itulah mungkin sebabnya kita dianjurkan agar mencintainya seseorang sewajarnya dan membenci sesorang secukupnya.


Mungkin saat ini, aku sakit, tapi disisi lain aku kembali ingat akan doa ku sebelum semuanya seperti ini " Ya Allah Pemilik setiap hati dan mengetahui takdir terbaik dr setiap hamba. Dengan segala Ilmu mu yg meliputi langit dan bumi kumohon takdir terbaik mu atas diriku dan dirinya. Kuinginkan dia yg baik untuk diriku, keluargaku, agamaku dan akheratku. Jgn biarkan kami saling menyakiti dan mendzalimi satu sm lain. Jika aku tak baik untuk dirinya, maka jauhkanlah kami. Bantulah hati kami untuk sama2 saling melepaskan dan saling mengikhlaskan. Aamiin.. 

selain itu kegagalan ini menyadarkan ku, bahwa aku masih butuh waktu untuk memantaskan diri, aku memang belum pantas menjadi  bidadari dunia untuk seorang lelaki sholeh seperti fachri. memangnya sudah berapa banyak hafalanku, berapa banyak seminar pra nikah yg telah ku datangi dan apakah aku sudah mempersiapkan ilmu untuk menjadi seorang istri  dan seorang ibu?aku mantap membidadarikan hatiku sendiri sebelum menikah. 

Akhirnya aku segera tersadar
Hanya pada Allah lah tempat aku bersandar
Yang akan menguatkan hatiku yang terkapar
Insya Allah azzamku akan terwujud lancar (Suara Persaudaraam: Hasrat Hatiku)


**Tulisan ini aku tujukan buat sahabatku, yang sudah bersedia membagikan kisahnya kepadaku, dan tetap istiqomah aku yakin disuatu tempat ada seseorang yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkanmu kelak"**

aku mengirim sejuta doa untukmu agar bs dipasangkan dgn muslimah terbaik pilihan Allah yg akan menjd pasanganmu di dunia dan di surga

Sunday, September 22, 2019

Dia yang hadir dihidupmu, belum tentu selamanya akan disampingmu


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,.
Tak semudah seperti menghapus file-file tak berguna dalam komputer, seperti mencuci noda coklat pada pakaian, untuk hal melupakan cinta yang pernah tertanam dan mekar dihati. mungkin itulah gambaran perasaan rosa saat itu, dia harus menahan diri dari perasaan kacau ditinggal uga perpisahan yang tak pernah dia inginkan menjadi nasib yang tak bisa dipungkiri. 

Perselingkuhan itu, bukan hanya segores luka yang uga tinggalkan untuknya apalagi ketika itu uga selingkuh dengan sahabat nya sendiri yang selama ini rosa jadikan tempat curhat, sungguh itu adalah hal yang paling menyakitkan,uga mematahkan sayap-sayap rosa yang mulai terbang tinggi ke pucuk hatinya. Butuh waktu yang cukup panjang untuk menyembuhkan luka rosa untunglah saat itu dia memiliki sahabat-sahabat yang terus mendukungnya dan membantunya untuk bangkit,dan menyadarkannya bahwa apa gunanya menangisi seseorang yang tak pernah menghargai perasaan kita, apa gunanya memaksakan orang yang sudah memutuskan mengakhiri tualangannya dengan mu , dan telah memiliki jalan petualangannya sendiri yang lebih sialnya lagi itu bukan dengan dirimu. tak ada gunanya memaksakan diri untuk memakan apel yang telah busuk,mungkin saat ini takdir itu begitu menyakitkan tapi paling tidak bersyukurlah akan ada nikmat yang begitu indah, sehingga kau akan lupa bagaimana sakitnya perasaanmu saat itu.. ya itu adalah salah nasehat yang membuat rosa bisa melupakan uga.

***
Mungkin saat ini, kenangan itu hanyalah masa lalu yang sudah rosa lupakan, karena sekarang dia sudah hidup bahagia dengan sahabat-sahabatnya, tanpa memikirkan uga lagi, rasa sakit itu sudah tak ada lagi,karena dia sudah mengikhlaskan sepenuhnya kepada tuhan. rosa mulai mengajar di salah satu Sekolah dasar, dan merasa bahagia.. kita memang tidak pernah tau apa rencana tuhan, seperti hal nya rosa dia tak tau jika di sekolah inilah nanti kisahnya akan terjadi, disini rosa menemukan seseorang yang dia kagumi dan kembali memberi warna warni dan membuat hatinya kembali bersinar, kini malamnya tak semu lagi, wajah sesosok itu kini telah tergambar di kanvas hatinya.

Sosok itu adalah teman mengajarnya sendiri, pria berkacamata dengan penampilan yang sangat sederhana dan selalu membuat rosa tersenyum, dia adalah afgan, pria yang umurnya 5 tahun lebih tua dengan rosa. perasaan rosa bukanlah perasaan yang timbul karena pandangan pertama, karena nyatanya rosa tak pernah menduga bakalan suka pada afgan, mungkin karena sering bertemu dan bercanda,sehingga rosa merasa nyaman dan timbullah rasa itu.

Tapi sangat disayangkan, rosa tidak berani mengungkapkan isi hatinya, bagaimnapun juga dia adalah perempuan, aneh rasanya jika rosa menyatakan terlebih dahulu. dia sudah mencoba memberikan sinyal kepada afgan,mulai dari sering update status yg isinya mengarah kepadanya,memberikan like disetiap status afgan,menunggu setiap instastory nya hanya untuk koment dan bahkan lbih parahnya terkadang rosa pasang status dengan pengaturan hanya afgan yg boleh liat.. saking besar rasa penasaran rosa kepadanya,sampe sampe melakukan hal yg sangat bodoh, nelpon afgan pke nomor baru dan alasan salah sambung,hehehehe

****

sepertinya afgan sudah berhasil mengaduk ngaduk perasaan rosa, hampir setiap malamnya,dia meminjam nama afgan untuk disebutkan disujud terakhir,dihadapannya mungkin rosa malu malu,tapi dihadapan tuhan dia terang terangan sampai tuhan sudah merasa bosan mendengarkannya menyebut nama afgan, memang benar dia menyukai afgan tapi tetap saja dia tak memiliki keberanian seperti gadis lainnya.

sedangkan dilain sisi tiba-tiba uga kembali hadir di kehidupannya, ntah apa yang harus dia katakan, apakah dia bahagia ato malah dilema, belum juga tersampaikan perasaannya dengan afgan, eh kenapa harus uga kembali hadir, masa lalu yang begitu menyakitkan dan yang membuat rosa sempat galau. ditambah lagi uga mengatakan bahwa setelah lebaran nanti dia akan datang ke rumah rosa menghadap orang tuanya. inilah yang membuat rosa dilema, apakah dia harus kembali menerima uga yang akan berniat serius kepadanya ato rosa harus tetap menjaga perasaannya kepada afgan dan mengharapkan suatu saat nanti cintanya akan terbalas???

Karena merasa dilema, akhirnya rosa pun memutuskan untuk shalat istiharah, beberapa bulan kemudian tuhan menjawab doanya, ternyata uga tak kunjung datang ke rumahnya dan rosa kini memutuskan untuk melupakan niat uga, ternyata itu hanyalah janji belaka, mengapa dia harus terjatuh dilubang yang sama untuk kedua kalinya. selain itu kini rosa sudah ikhlas kepada tuhan apakah kelak afgan menjadi jodohnya atopun tidak, dia yakin mungkin inilah takdir darinya dan bakalan indah pada waktunya. dan akan dipertemukan di saat dan waktu yang tepat.


Thursday, September 19, 2019

Dan akhirnya ku beranikan diri untuk Taaruf


"Kapan nikah?? mungkin itu pertanyaan yang selama ini yang paling bosan aku dengar dan yang paling aku takutkan, bagaimana tidak setiap aku bertemu dengan teman, baik itu teman kantor,sekolah dan kuliah pasti yang ditanyain kapan nikahnya? dan setelah kelak kita nikah, pertanyaan selanjutnya kapan punya anak? dasar manusia selalu penasaran dan ingin tau kehidupan seseorang.

siapa si yang tidak mau menikah, apalagi diumur aku yang sudah 25 tahun ke atas,Namun, tidak mudah bagiku dalam memilih pasangan kehidupan.karena aku tak pernah berpengalaman dalam hal percintaan, dan aku memiliki prinsip tidak akan menjalin hubungan jika belum halal, selain itu aku tak pernah berani memulai sesuatu karena takut akan terluka,dan yang paling penting diantara semuanya karena aku dididik dilingkungan keluarga yang sedikit paham tentang agama,Hal itu membuatku ingin memilih seseorang yang bisa  menjadi imam sehingga kelak kami dapat membangun istana di surga,Maka, aku memutuskan tidak memilih jalur uji coba atau main api seperti melalui proses pacaran.

Sebelumnya aku pernah berharap pada seseorang dan aku terkena baper level tinggi, dia adalah teman KKN-ku, bagaimana tidak dia selalu membangunkanku untuk tahajud, dan ketika aku tak terbangun maka dia akan mengetuk pintu kamarku, dia tidak akan meninggalkan kamarku ketika aku belum terbangun, hampir setiap hari kami tahajud bersama, walaupun tak berjamaah, dia ruang tamu sedang aku di kamar, selain itu dia akan terus mengingatkanku untuk makan, dan akan membuat aku tersenyum ketika aku lagi badmood. pokoknya jika didekatnya aku tak pernah bersedih, dia selalu punya cara untuk membuatku tersenyum. ya dia adalah pria pertama yang membuat jantungku dag dig dug dan terjangkit baper, awalnya aku menyangka kelak dia akan menjadi jodohku, tapi ternyata tuhan berkata lain, dia hanyalah seseorang yang sekedar lewat dalam kehidupanku.

kini usiaku udah matang untuk menikah,tapi belum juga bertemu dengan pilihan tuhan, aku sudah berusaha untuk memantaskan diri namun hingga saat ini,tak ada satupun seorang ikhwan yang mendekat, mungkin karena niat aku sudah salah, ingin berubah hanya karena jodoh bukan karena tuhan, dan akupun tersadar, aku berusaha sekuat tenaga untuk mengosongkan hatiku dan menyerahkan semuanya kepada rabb. tak butuh waktu yang lama beberapa bulan kemudian pada suatu malam, seakan ada sebuah cahaya yang mulai menghampiri kehidupanku yang gelap ini, tiba-tiba hp ku berdering, oh ternyata dari teman SMA aku dulu, awalnya aku sempat kaget, karena entah sudah berapa tahun kami tak pernah komunikasi, hingga diapun mengutarakan niatnya, untuk mengenalkan ku dengan teman nya,.

Entah kenapa kali aku sangat percaya dan menyerahkan semuanya kepada sahabatku, bagaimanapun juga dia adalah seorang ustadzah, dan lebih paham tentang agama dan bisa membimbingku dalam proses taaruf. Bagi sebagian orang mungkin berpikir bahwa jalur tersebut sangat mudah mendapatkan pasangan karena dijodohkan. Namun realitasnya, jodoh memang Tuhan yang mengatur, siapa dan kapan bertemunya. Dalam kisahku, ternyata aku harus berproses taaruf dengan beberapa pria sholeh. Lantunan doa dan derai air mata dalam setiap sujudku. 

Hingga takdir memutuskanku untuk taaruf dengan salah seorang ikhwan yang berasal dari pinrang dan mengajar di salah satu pesantren makassar. sebut saja namanya fahri, yang usia nya setahun lebih tua dariku, dengan bismillah akhirnya pertemuan pertama itupun terjadi, ditemani oleh sahabatku kamipun bertemu, dipertemuan pertama aku tak banyak bicara, dan hanya bisa menundukkan pandangan, entah merasa canggung ato malu, yang pasti dari dia datang hingga pergi tak pernah sedikitpun mataku berani untuk menatapnya. jadi ketika kalian bertanya seperti apa wajahnya, maka aku tak bisa menjelaskannya. sejak pertemuan pertama itu, entah kenapa hatiku merasa yakin dan percaya jika dialah jodoh yang dikirimkan Allah buat aku,. 

Dengan mengumpulkan keberanian, akupun mencoba memberitahu  kedua orang tuaku, jika saat ini ada seorang ikhwan yang sedang taaruf dengan ku, pertanyaan pertama yang keluar dari mulut ibu ku "kerja dimana? kemudian aku pun mengatakan bahwa fahri hanya seorang honorer di salah satu pesantren di  makassar, dengan suara yang datar ibuku hanya berkata "oh" kemudian ayahku berkata "bagaimana dengan agamanya"??? dia bukanlah seorang ikhwan yang sudah tau banyak tentang agama karena dia juga baru belajar. kedua orang tuaku seakan tak setuju jika aku melanjutkan taaruf ini, menurut kedua ortu dan adekku, masih banyak pria sholeh yang lebih baik dari dia, dan lebih pantas dengan aku, aku hanya bisa menghela nafas dan berkata dalam hati " memangnya aku ini siapa? yang tak pantas buat fahri, memang aku sudah sholeha dan sudah punya ilmu yang banyak tentang agama sehingga aku pantas untuk seorang ustad ato seseorang yang sholeh????

Karena melihat respon dari keluarga,akhirnya aku berniat untuk tidak melanjutkan proses taaruf ini,bagaimanapun juga orang tua lebih penting, akhirnya aku menghubungi sahabatku unutk mengatur pertemuan kami yang kedua, pokoknya kali ini aku harus menyampaikan respon kedua ortuku, dan menyudahi nya. hingga hari yang ditentukan pun terjadi, aku bertemu kedua kalinya didepan kantor dan tetap kali ini ditemani oleh sahabatku, dan seperti biasa didepannya aku tak bisa berkata-kata, entah kenapa aku tak  sanggup mengatakannya, akhirnya akupun memutuskan untuk mengatakan bagaimana sifat aku yang sebenarnya, pemberontak, belum tau banyak ttg agama, aku hanya gadis yang berjilbab pasmina moderen, bukannya seorang muslimah yang berjilbab syar'i, tak pernah aku bayangkan jawaban fahri tentang sifat-sifat aku , dia hanya berkata "kita akan belajar agama bersama-sama, dan aku tak pernah keberatan dengan sifat aslinya,to tak melanggar agama".. seketika hati aku merasa tersentuh akan ucapannnya.

Waktupun terus berlalu tepat pada hari sabtu siang, dia mengabariku jika ingin datang ke rumah dan bertemu kedua orang tuaku, dan akhirnya akupun pulang ke kampung untuk menyambutnya,tepat pada hari ahad pukul 2 siang dia tiba dirumah dan berbicara langsung dengan kedua orang tuaku, fahri mengatakan jika dia memiliki niat yang baik untuk aku, 2 jam lamanya dia berbicara dengan kedua orang tuaku, dan ketika dia ingin pamit, diapun mencium kedua tangan ibu dan ayahku, ibarat seorang anak yang sedang pamit, seketika aku merasa tersentuh akan sikap tulusnya..

setelah pertemuan kami yang ke-3, aku dan dia sudah sering chattingan via whatsapp, dan sekarang entah kenapa aku semakin baper, sepertinya penyakit yang dulu kambuh lagi, pernah sekali dia chat aku dan berkata" udah shalat tahajud"??? aku hanya berkata "belum, sepertinya kamu tidak mendoakan aku agar bangun shalat tahajud"!! ya ampun kenapa aku bisa seperti ini.. sepertinya proses taaruf ini sudah menyimpang, inilah alasannya kenapa ketika taaruf kita tidak boleh saling tukar no,, tapi semuanya sudah terlanjur terjadi, semakin hari aku semakin tak mampu mengontrol perasaan ini, rasanya ada yang aneh ketika tak ada chat dari dia, walaupun itu hanya sebuah kiriman hadist dipagi hari ato hanya sekedar nanya udah shalat?... sepertinya aku sudah terbiasa dengan chattingan dia.

Dan saat ini aku sadar, aku tak boleh terlalu intens chattingan sama dia, bagaimnapun juga kami belum halal, dan hanya tuhan yang tau bagaimna ujung dari taaruf ini. aku memutuskan untuk berhenti terus menunggu kabarnya, kalaupun dia yang duluan chat, aku hanya menjawabnya seadanya. karena takutnya ketika aku terus melanjutkan kebiasaan ku, semakin sakit nantinya ketika kami tak berjodoh, yang aku tau pasti semua yang telah tuhan takdirkan untuk kita tidak akan pernah terlewatkan, dan yang pastinya suatu saat nanti aku pasti akan menikah walaupun entah dengan siapa dan kapan.



Note:
ini hanyalah kisah salah satu temanku yang terkhusus aku persembahkan untuk dia.maaf jika ada yang kurang dan sedikit melebihkan

Thursday, August 29, 2019

jatuh tak membuatku menyerah

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
entah sudah berapa kali aku jatuh, dan kini aku harus jatuh lagi, mungkin aku yang terlalu cepat menafsirkan sesuatu atau aku memang tak pandai menjaga hati. sudah bukan rahasia lagi aku tak memiliki keberuntungan dalam masalah percintaan, gagal adalah hasil yang mutlak dalam akhir percintaanku. entah kutukan apa yang telah menimpa ku, ato ada dosa masa lalu yang membuat aku begini??yang pastinya cinta tak pernah berpihak padaku. 

dan yang bodohnya aku, sudah tau hasilnya akan seperti bagaimana,tapi tetap saja aku berani mencoba, mencoba memasuki lingkaran yang terkadang aku sendiri sulit untuk menemukan pintu keluarnya. aku terkadang harus bersusah payah untuk mencari dan terus mencari hingga akhirnya akupun menyerah dan tetap berada dalam lingkaran tersebut, aku pasrah hingga pintu itu sendiri yang menampakkan dirinya dan mendorongku untuk keluar.

aku memang tipe orang yang paling mudah untuk jatuh cinta, namun paling susah move on,rasanya aku butuh waktu yang sangat lama untuk menghilangkan rasa itu,kenapa demikian???karna dalam mencintai aku selalu serius,tapi dasar bodohnya aku begitu mudahnya menaruh hati sama seseorang yang belum tentu terbalas, entah iitu sudah menjadi hobi ato bagaimana yang pastinya begitulah kelakuanku.

sudah sering kali aku mencoba untuk menepis semua rasa yang muncul,tapi dasar bodohnya aku, ya hal itu terjadi lagi, tapi yang benar-benar konyolnya diriku, aku hanya menyimpan rasa itu sendirian,tanpa memberi tau si dia, aku hanya berani mengutarakan isi hatiku pada sang pemilik hati dan aku selalu berharap mujizat itu akan datang ketika tuhan menginginkannya. ibarat sedang bermain lotre, mungkin bisa dikatakan seperti itu,  terus mencoba hingga salah satu dari sekian banyak no undian aku beruntung. hehehe

Rasa itu datang dengan tiba-tiba tanpa permisi, terus bagaimana caraku untuk mengusirnya, sedangkan pintu hatiku memang selalu terbuka dan berharap seseorang aku mengetuknya, apalagi ketika orang itu seakan memberi lampu ijo untuk menatapnya diam-diam, sudah jadi jalan yang mulus buat aku menaruh hati, mungkin inilah salah satu kebiasaan dan kebodohan ku yang paling konyol.

Cinta bertepuk tangan rasanya sudah menjadi hal yang lumrah terjadi dan bukan hal yang asing lagi buat aku, tapi itu bukanlah alasan untuk aku takut jatuh cinta lagi, karena ketika aku siap jatuh cinta maka aku juga harus siap patah hati.

Friday, August 16, 2019

Baperan it's Okey

Pernah engga kalian merasa di cuekin oleh seseorang?? yang secara tidak sadar membuat kita risih,seakan ada yang aneh dalam hidup kita, pengen ngajak ngomong duluan takut dicuekin, pengen nanya langsung takut Ke-Gran, tapi disisi lain kalo dibiarin juga kaga nyaman.

Mungkin itulah yang dialami oleh sebagian orang yang memiliki hati terlalu sensitif, dan terlalu lembut, dia akan merasa tak enak hati ketika kalian menjauh dari dia. mungkin orang seperti itu harus kerja extra dalam bergaul dengan dia, selain itu kita juga harus tetap berhati-hati dalam berbicara dan bersikap jangan sampai menyinggung perasaan si dia.

Selain itu ada sisi positif dan negatifnya juga loch punya perasaan yang cukup sensitif.

Berpikir dulu sebelum mengeluarkan kata-kata

semua yang memiliki tingkat ke-sensitifan yang tinggu bakalan, berpikir seribu kali sebelum mengeluarkan kata-kata, "kira-kira dia bakalan tersinggung engga?" apa ucapan aku udah benar?"
intinya banyak pertimbangan. dan biasanya juga orang seperti itu ngomongnya dikit.


Mudah Baperan sama seseorang

kalau yang ini kaga usah ditanyain lagi, tipe orang seperti ini bakalan mudah baper, dan kadang kebaperannya kelewatan, diliat dikit sama seseorang kirain si dia naksir, bahkan saking parahnya kirain lagi di gosip. entah ini baper ato bisa dibilang ke-PDan,,hiks hiks

Susah bergaul dengan orang alias introvert

saking takutnya nyinggung perasaan orang lain, maka tak jarang dari tipe seperti mereka bakalan lebih memilih untuk menyendiri, mungkin takut jika kata2 nya nyakitin oranfg lain, jadi dia lebih memilih untuk menjauh. selain itu kita sebagai si lawan bicara juga sedikit canggung, soalnya takut si dia baper. 

Baik dan lembut

sudah bukan rahasia umum lagi jika orang yang mudah baper, memiliki sifat yang lembut, dan terlalu menjaga perasaan orang lain, bahkan saking baiknya, orang seperti itu bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak ketika  ada orang yang menjauh karena perkataan ato sikapnya, dia bakalan terus berpikir panjang dan mencoba mencari tau apa yang salah dari dia.

"Menjadi orang yang mudah baper itu bukanlah sebuah kelemahan justru orang yang mudah baper itu bisa merasakan empati yang tidak dirasakan oleh orang-orang biasanya",, well apakah kamu termasuk kategori itu????

Thursday, August 8, 2019

i love u untukmu ibu dan ayah

Ada masa dimana aku mulai jenuh akan kehidupan ini, tapi ketika aku melihat wajah kedua orang tuaku, seketika itu pula aku tersadar, betapa banyak tenaga bahkan materi yang telah dikorbanku oleh keduanya sehingga aku bisa tumbuh menjadi sekarang. apakah hanya karena sebuah kerikil kecil yang menyandung kaki ku sehingga aku harus mundur, betapa besar harapan beliau kepada aku, yang tak mungkin aku hancurkan begitu saja.

Mungkin, aku adalah satu dari ribuan kakak sekaligus seorang anak yang membantu kedua orang tua, tapi ini bukanlah hal yang begitu perlu dibanggakan karena masih banyak anak diluar sana yang masih begitu kecil tetapi menanggung beban yang begitu berat, aku harusnya masih bersyukur karena sampai saat ini aku masih memiliki kedua orang tua yang terus melindungi dan menasehatiku saat aku salah dan seharusnya aku juga harus terus beryukur karena tuhan masih memberiku kesempatan yang begitu indah yang tak semua tuhan berikan kepada hambanya. tuhan memberiku pekerjaan yang dimana berkat pekerjaan itu aku bisa sedikit membantu biaya kuliah adek dan sesekali membantu kebutuhan kedua orang tua. aku tak pernah merasa malu, justru aku merasa bangga karena bisa membantu beliau. walaupun hingga saat ini aku belum bisa membelikan mereka sebuah tempat tinggal yang nyaman, karena bagaimanapun sampai hari ini beliau tak memiliki rumah karena harus membiayai biaya sekolah dan kuliah anak-anaknya, kata beliau "mungkin kami tak bisa mewariskan kalian harta cukup dengan pendidikan, karena pendidikanlah yang akan mendatangkan materi, takutnya ketika kami mewariskan kalian harta, dikemudian hari kalian akan bertengkar sesama saudara hanya karena harta beda hal nya dengan pendidikan"... nasehat itu yang akan aku ingat sampai akhir hidupku.

Mungkin aku munafik, jika tak bermimpi travelling, beli sesuatu yang branded, seperi teman2 yang lain, tapi disisi lain aku harus menyampingkan ego ku, bagaimanapun juga keluarga adalah hal yang terpenting, mungkin saja suatu saat nanti impianku akan tercapai,dan kalaupun hal itu tak tercapai hari ini aku sudah sangat bahagia, karena bisa memberikan mereka berdua uang dari hasil keringatku sendiri, apalagi saat aku menyodorkannya, dan meliht wajah mereka, dan seutas senyuman tulus dari bibir mereka, ada rasa yang mungkin tak bisa aku gambarkan dengan kata-kata, rasa yang tak bisa digantikan oleh apapun, bahkan mengalahkan rasa ketika aku jatuh cinta pada seseorang...

Aku bukanlah anak yang romantis, yang bisa mengekspresikan kasih sayangnya,  tapi hanya anak yang apa adanya dan kadang merasa malu untuk mencium kening ibu ku, rasa maluku terlalu besar untuk mengatakan "I LOVE YOU" kenapa hingga hari ini aku begitu sulit untuk mengatakannya, padahal kalimat itu begitu singkat,,,WHY???? seketika itu juga aku tersadar mungkin yang dibutuhkan mereka bukan hanya sekedar materi tapi cukup dengan ucapan itu, yang mungkin kita anggap sepeleh bisa menjadi hadiah terbesar bagi mereka.

Monday, July 29, 2019

Kini Aku telah ikhlas

Kini
Aku telah mulai mengikhlaskanmu
yang dulunya sehari bisa 100 kali liat lass seen kamu di whatsapp
kini sudah tak pernah lagi
mungkin aku sudah terbiasa akan hal itu
memang tak ada yang tak mungkin ketika kita mau mencoba
awalnya aku menyangka akan sulit untuk mengikhlaskannya
tapi nyatanya sekarang aku sudah mulai berhasil
tak butuh waktu 10 tahun, seperti sebelumnya
yach sekarang aku belajar dari kebodohanku yang dulu

memang tak mudah untuk menghilangkan kebiasaan itu
ketika buka whatsapps pasti tangan ini ingin membuka profilnya,
tapi semua tertahan dan terkalahkan oleh niat aku
aku harus ikhlas
ketika aku memulai sesuatu maka aku harus mengakhirinya sendiri
aku yang dulunya mencintainya harus rela mengihklaskannya
dan meyakinkna diri bahwa kalo jodoh tak akan ke mana

salahku sendiri menanamkan rasa padanya
memang aku salah sudah berani menyimpan sebuah perasaan yang tak seharusnya
dan kini aku harus menghilangkan sendiri rasa itu
walau pun tak harus mendelete kontaknya, unfollow dia di medsos nya
karena aku yakin melupakn bukanlah jalan yang terbaik
karena semakin aku berusaha untuk melupakannya maka semakin dalam juga rasaku
tapi ketika aku berusaha untuk mengikhlaskannya
maka tanpa aku sadari rasa itu hilang dengan berjalannya waktu

Terima kasih pernah hadir dalam kehidupanku
dan membangunkan ku dari tidur panjangku,
walau itu hanya sebuah mimpi indah yg begitu singkat
dan terima kasih sudah membuatku sadar ketika kita ingin mencoba tak ada yg tak mungkin.